aku berada di ruang hampa
memandang lurus kau di hadapanku
hawa cenderung hangat tidak menyesakkan
lekuk sungging darimu menenangkan
sentuh dawai dengan kasihmu
mengalun melodi yang berpencar
yang kemudian berpadu
rengkuh peluhmu
bawa padaku
kan ku buatnya diterpa dan hilang
bisikku kau kan tetap di sini
terkatup halo yang tak pernah pudar
dalam senyap dan terpejam
No comments:
Post a Comment