injak-injak saja apa yang kau inginkan, kau berpijak padanya
celoteh dan gumam gerutu yang selalu menyibakkan hawa penat
tak bosannya kau tebar semua itu
putihmu tak sesuci apa yang tersuci dalam dunia ini
bahkan tak ada sedikit kilau pun, jikalau boleh ku membalas dikau
aku mengharu biru dalam terang putihmu
apa yang harus dipaksakan?
biarlah hijau menyejukkan
dan merah membakarku
tak ada yang perlu ditentukan untuk ya dan tidak
untuk ini dan itu
jikalau kau tak ubahnya kering yang mengutukku
tak perlu lah ku hadirkan kuning tuk menerangkan
tiada guna ketika abu-abu temaramkan dikau
aku biru yang menyendu
kutuklah aku
apapun itu
sekali lagi