11:42
Aku tengah berada di atap rumah
sendirian
Lebih tepatnya bertiga dengan smartphone dan laptopku
Ternyata tidak cukup sulit untuk naik ke atas sini
mengingat aku-usia-12-tahun- pernah melompati pagar,
menanjak dinding pembatas rumahku dan rumah sebelahku yang hanya selebar tapak kaki,
memanjat dinding yang tingginya sekitar sepinggangku kala itu,
menapaki atap rumah yang seperti atap rumah umum yang berwarna coklat dengan hati-hati,
terhenti di atap bagian sama tempatku duduk kali ini.
Berhenti sejenak.
Namun saat itu, aku kemudian perlahan-lahan melangkahkan kakiku di dinding yang tentu hanya selebar telapak kakiku,
dinding pembatas antara rumah tetangga belakangku dan taman belakangku yang tingginya tiga meter
dan aku melompat.
Ya, aku terjun dari dinding tiga meter hanya mengenakan sepatu kets hitam-putih serta seragam biru-putih khas anak SMP.
11:56
Ternyata cukup menenangkan dan menyenangkan berada di atas sini.
Untungnya langit sedang bersahabat denganku.
Meski tidak begitu banyak bintang malam ini, hanya sekitar tiga sampai lima yang terlihat,
tapi bulan memancarkan sinar-"nya" sekitar tujuh per delapan bagian.
Hey, aku suka cara kerja bulan.
Mengingat ia merefleksikan cahaya bukan miliknya, tapi seolah miliknya.
Merefleksikan cahaya orang lain sebagai cahaya sendiri.
Meng-ia-sekata-kan pikiran orang lain sebagai pikiran sendiri.
Membahagiakan orang lain sebagai membahagiakan diri sendiri.
10/21/2018
10/19/2018
hanya aku --only me
mungkin lebih baik mati tidak mengenal seluruh orang
daripada mati tidak mengenal diri sendiri.
aku bertaruh hidupku pada diriku
jadi aku akan mati bukan karena orang lain.
baik dan buruk berada di kedua bagian hidup maupun mati
setidaknya kau bisa memilihnya di bagian hidup
kau bisa memilih buruk
dan melakukannya dengan baik
atau kau bisa memilih baik
dan melakukannya dengan buruk
atau kombinasi dari keduanya bersamaan
bagiku semua buruk adalah baik
cukup baik dari bagaimana aku memandangnya
setidaknya
aku hanya berharap Tuhan tetap menyayangiku
untuk berpikir selayaknya aku berpikir
dan untuk menjadi aku
--------
Perhaps, it's better to die knowing no one than die not knowing my own self
I bet my life to my self
So i won't be gone because of anyone else
Good or bad are in between of being alive or dead
At least you can choose one of them while you're alive
You can choose the bad one
And done it well
Or you can choose the good one
While done it badly
Or combine both of them at the same time
For me, all the bad things are good
Good enough from how i see those things
At least
I only pray to God to keep loving me
For thinking as i supposed to
And for being my self
daripada mati tidak mengenal diri sendiri.
aku bertaruh hidupku pada diriku
jadi aku akan mati bukan karena orang lain.
baik dan buruk berada di kedua bagian hidup maupun mati
setidaknya kau bisa memilihnya di bagian hidup
kau bisa memilih buruk
dan melakukannya dengan baik
atau kau bisa memilih baik
dan melakukannya dengan buruk
atau kombinasi dari keduanya bersamaan
bagiku semua buruk adalah baik
cukup baik dari bagaimana aku memandangnya
setidaknya
aku hanya berharap Tuhan tetap menyayangiku
untuk berpikir selayaknya aku berpikir
dan untuk menjadi aku
--------
Perhaps, it's better to die knowing no one than die not knowing my own self
I bet my life to my self
So i won't be gone because of anyone else
Good or bad are in between of being alive or dead
At least you can choose one of them while you're alive
You can choose the bad one
And done it well
Or you can choose the good one
While done it badly
Or combine both of them at the same time
For me, all the bad things are good
Good enough from how i see those things
At least
I only pray to God to keep loving me
For thinking as i supposed to
And for being my self
10/17/2018
bagaimana cara karma bekerja?
seorang tetanggaku tiap kali melihatku berkata, "hai bocah kecil".
sudah bocah, kecil pula. aku mungkin terlalu bodoh baginya.
aku tidak tahu apakah aku tengah menanti karmaku atau telah melaluinya.
aku dulu tersakiti.
menggila, tidak ada yang mengertiku
meski aku telah sebutkan detil apa yang kumau hingga aku berbusa.
tetap tidak ada yang mengerti.
aku tidak ingin berada di zona peperangan ini.
setidaknya berikan saja aku rompi hitam yang dapat melindungiku itu.
hingga akhirnya sia-sia saja.
sia-sia aku meminta, karena aku telah menjadi mayat hidup.
mungkin aku terlalu banyak berangan-angan.
benar kata tetanggaku itu, aku hanyalah seorang bocah.
bocah yang akhirnya berusaha menjalani kehidupan kecilnya dengan keadaan yang ada,
yang tidak sesuai dengan keinginannya.
yang menyakitinya.
bocah ini terbiasa bernafas dengan pilu,
dengan pedang yang menghunus tepat di jantungnya.
aku masih hidup, tenang saja.
sisi tajam pedang ini telah mengerti ritme detak jantungku.
jadi takkan ada luka bertambah.
hingga akhirnya telah tiba waktunya
siapa-siapa saja yang perlu berada di zona peperangan.
aku telah menjadi mayat hidup, tentu aku tidak akan takut terhunus ataupun tercambuk lagi.
tentu sudah waktunya aku menghunus dan mencambuk
supaya aku tidak menjadi mayat yang benar-benar mati.
tapi tidak demikian, ujarnya.
ujar mereka yang aku hunus
dan aku cambuk.
tidak seharusnya aku melakukannya.
mereka merundung.
mereka mengutukku!!!
kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku terhunus!!
kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku tercambuk!!
KAU AKAN MERASAKANNYA!!!!
teriak mereka.
mereka, yang memiliki sidik jari yang sama dengan yang ada pada pedang di jantungku
memarku
sekarang pertanyaanku,
bagaimana cara karma bekerja?
apakah aku mendahului karmaku?
apakah aku telah membalaskan karmaku?
apakah aku tengah menanti karmaku?
sudah bocah, kecil pula. aku mungkin terlalu bodoh baginya.
aku tidak tahu apakah aku tengah menanti karmaku atau telah melaluinya.
aku dulu tersakiti.
menggila, tidak ada yang mengertiku
meski aku telah sebutkan detil apa yang kumau hingga aku berbusa.
tetap tidak ada yang mengerti.
aku tidak ingin berada di zona peperangan ini.
setidaknya berikan saja aku rompi hitam yang dapat melindungiku itu.
hingga akhirnya sia-sia saja.
sia-sia aku meminta, karena aku telah menjadi mayat hidup.
mungkin aku terlalu banyak berangan-angan.
benar kata tetanggaku itu, aku hanyalah seorang bocah.
bocah yang akhirnya berusaha menjalani kehidupan kecilnya dengan keadaan yang ada,
yang tidak sesuai dengan keinginannya.
yang menyakitinya.
bocah ini terbiasa bernafas dengan pilu,
dengan pedang yang menghunus tepat di jantungnya.
aku masih hidup, tenang saja.
sisi tajam pedang ini telah mengerti ritme detak jantungku.
jadi takkan ada luka bertambah.
hingga akhirnya telah tiba waktunya
siapa-siapa saja yang perlu berada di zona peperangan.
aku telah menjadi mayat hidup, tentu aku tidak akan takut terhunus ataupun tercambuk lagi.
tentu sudah waktunya aku menghunus dan mencambuk
supaya aku tidak menjadi mayat yang benar-benar mati.
tapi tidak demikian, ujarnya.
ujar mereka yang aku hunus
dan aku cambuk.
tidak seharusnya aku melakukannya.
mereka merundung.
mereka mengutukku!!!
kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku terhunus!!
kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku tercambuk!!
KAU AKAN MERASAKANNYA!!!!
teriak mereka.
mereka, yang memiliki sidik jari yang sama dengan yang ada pada pedang di jantungku
memarku
sekarang pertanyaanku,
bagaimana cara karma bekerja?
apakah aku mendahului karmaku?
apakah aku telah membalaskan karmaku?
apakah aku tengah menanti karmaku?
10/13/2018
Permainan
Apa yang tidak menyenangkan dari hidup?
Ketika kau mengharapkan kejadian, namun tak terjadi, tidak menyenangkan kah?
Berbahagialah, ada warna yang Ia tuang dalam hidupmu.
Tidak ada yang tidak menyenangkan dari tiap satu detik yang berlalu bersama nafasmu.
Tiada satupun
yang tidak menyenangkan.
Meski dalam muslihat.
Meski dalam lara.
Kala kau bertekuk lutut
Mengais remah rindu yang terkikis
Menggumpalkannya dalam harap
Kau mengetahui bahwa kau akan bahagia
Sesaat
Sesaat sebelum kau mengetahui
Adalah pion yang kau sandar
Adalah titik-titik yang kau pijak
Titik-titik pola yang menuntunmu dalam bahagianya
Bukan bahagiamu
Omong kosong turut berbahagia jika melihat kebahagiaan yang melukaimu
Kerasnya kau tepis
Sehingga kau terjebak di dalamnya
Dalam permainan
Yang kau adalah pionnya
Dan kau telah mengetahuinya
Ketika kau mengharapkan kejadian, namun tak terjadi, tidak menyenangkan kah?
Berbahagialah, ada warna yang Ia tuang dalam hidupmu.
Tidak ada yang tidak menyenangkan dari tiap satu detik yang berlalu bersama nafasmu.
Tiada satupun
yang tidak menyenangkan.
Meski dalam muslihat.
Meski dalam lara.
Kala kau bertekuk lutut
Mengais remah rindu yang terkikis
Menggumpalkannya dalam harap
Kau mengetahui bahwa kau akan bahagia
Sesaat
Sesaat sebelum kau mengetahui
Adalah pion yang kau sandar
Adalah titik-titik yang kau pijak
Titik-titik pola yang menuntunmu dalam bahagianya
Bukan bahagiamu
Omong kosong turut berbahagia jika melihat kebahagiaan yang melukaimu
Kerasnya kau tepis
Sehingga kau terjebak di dalamnya
Dalam permainan
Yang kau adalah pionnya
Dan kau telah mengetahuinya
Subscribe to:
Posts (Atom)