10/21/2018

Atap

11:42
Aku tengah berada di atap rumah
sendirian
Lebih tepatnya bertiga dengan smartphone dan laptopku

Ternyata tidak cukup sulit untuk naik ke atas sini
mengingat aku-usia-12-tahun- pernah melompati pagar,
menanjak dinding pembatas rumahku dan rumah sebelahku yang hanya selebar tapak kaki,
memanjat dinding yang tingginya sekitar sepinggangku kala itu,
menapaki atap rumah yang seperti atap rumah umum yang berwarna coklat dengan hati-hati,
terhenti di atap bagian sama tempatku duduk kali ini.
Berhenti sejenak.

Namun saat itu, aku kemudian perlahan-lahan melangkahkan kakiku di dinding yang tentu hanya selebar telapak kakiku,
dinding pembatas antara rumah tetangga belakangku dan taman belakangku yang tingginya tiga meter
dan aku melompat.
Ya, aku terjun dari dinding tiga meter hanya mengenakan sepatu kets hitam-putih serta seragam biru-putih khas anak SMP.

11:56
Ternyata cukup menenangkan dan menyenangkan berada di atas sini.
Untungnya langit sedang bersahabat denganku.
Meski tidak begitu banyak bintang malam ini, hanya sekitar tiga sampai lima yang terlihat,
tapi bulan memancarkan sinar-"nya" sekitar tujuh per delapan bagian.
Hey, aku suka cara kerja bulan.
Mengingat ia merefleksikan cahaya bukan miliknya, tapi seolah miliknya.

Merefleksikan cahaya orang lain sebagai cahaya sendiri.
Meng-ia-sekata-kan pikiran orang lain sebagai pikiran sendiri.
Membahagiakan orang lain sebagai membahagiakan diri sendiri.

No comments:

Post a Comment