aku baik-baik saja.
masih dapat kurasakan getar debur ombak
kala itu
bagaimana buih-buihnya menggelitik kakiku
aku masih bisa merasakannya
ingin aku kembali lagi ke sana
pasir putih yang terhampar di seluruh penjuru
mataku menyapu kilaunya yang berpadu dengan sinar matahari
aku tersenyum dan terbaring
kala itu
teriknya menyilaukan
namun menghangatkan
menyelaraskan sejuknya air yang melarutkanku ke dalamnya
air asin itu menyelimutiku dengan dingin
mentariku masih menghangatkanku
baiknya ku pejamkan mata
rambutku tersapu
berayun berirama mengikuti ombak
tubuhku ikut menari bersama gelombang
kesana kesini
tapi ini menyenangkan
dan menenangkan
dalam kelamnya pandanganku
aku masih dapat mendengar teriakan-teriakan itu
senda gurau orang-orang
benturan tubuh manusia dengan air
jeritan-jeritan yang cukup memekakkan telinga
aku masih berbaring di atas laut
air yang menyelimutiku semakin dingin
jari kakiku terasa membeku
dan kaku
namun aku masih terpejam dan merasa tenang
mentari masih terjaga
masih ada hangat yang memapar
aku tidak menghitung berapa kali tubuhku terombang-ambing
membiarkan gelombang mengendalikan tubuhku
aku hanya masih terbaring
sudah tidak terdengar lagi langkah kaki
ataupun jeritan-jeritan itu
aku tidak tahu seberapa jauh aku terhanyut
satu hal yang aku tahu
sang surya sudah tidak bersamaku
tak kurasakan lagi pendarnya dari balik kelopak mataku
kakiku sudah tidak lagi beku dan kaku
sudah tidak lagi beku dan kaku
sudah tidak lagi beku dan kaku sendirian
karena sekujur tubuhku telah beku dan kaku
aku bahkan tak sempat merasakan gelembung-gelembung yang sepatutnya kukeluarkan saat aku direngkuh erat air
aku masih terbaring
di dasar laut
aku masih bisa merasakannya
bagaimana buih-buihnya menggelitik kakiku
kala itu
masih dapat kurasakan getar debur ombak
aku baik-baik saja.
-taterkart
terinspirasi dari foto-foto orang di pantai.
meski tidak ada hubungannya
dengan inti teks di atas.
terima kasih foto-foto kalian.