kalau saja,
ada sebilah pisau di sebelahku.
tidak, tidak,
itu tidak cukup.
tidak akan sanggup.
tapi mungkin pisau cukup.
pisau daging yang memiliki tinggi satu jari telunjukku,
mungkin cukup kuat
dan tajam.
dimana bisa ku asah?
seberapa tajam?
bagaimana aku mengetahui ketajamannya?
akan menyakitkan jika pisau ini tumpul, bukan?
karena perlu menghujamkannya ke kepalamu berkali-kali
berkali-kali
hingga tengkorak itu
retak.
mana yang akan lebih mudah terbelah?
sisi pinggir?
tengah?
bagaimana posisinya?
vertikal?
horizontal?
ah, banyak tanya!
hantamkan saja dulu gagangnya ke tengkukmu.
uh!
berputar-putar ya,
berkunang-kunang.
coba rasakan potongan melintang,
siap siap.
aku sayat terlebih dahulu.
uh, perih ya.
krak!
darah
darah
darah
sudah ada celah!
aku harus membukanya lebih lebar
retakan-retakan ini akan memudahkanku.
krak.. krak..
berdenyut-denyut
lucu sekali
hahaha
mari kulihat.
dimana?
dimana??
DIMANA?!
aku sama sekali tidak bisa menemukannya
dimana sembunyinya
tidak.
tidak.
darahnya semakin menutupi pandanganku.
aku tidak bisa menemukannya.
tidak.
cermin bodoh.
kau menipuku.
aku tak bisa menemukannya.
tidak dalam tengkorak ini.
aku tidak bisa mengembalikan tengkorak ini.
aku tidak bisa mengumpulkan darah-darah ini.
aku tidak bisa melanjutk
3a72rx8cfygoper[ngq-iwt0 v253fb28nm9
-taterkart
P.S. I'm not a psychopath.
No comments:
Post a Comment