11/12/2021

malam 12

aku terbangun karenamu dalam mimpi

kemudian kau datang dalam nyata

selanjutnya kita melaju

disibaknya jaket wool-mu oleh sang angin

yang berderu saat kita melawannya 

yang hembusannya membawa bicaraku

yang ributnya menyesap ributku ributmu


desir debur berpaut seraya kakimu menapak dipesisir

tenggelam dalam buih ombak yang menggulung 

riak dan teriakan yang memekakkan

dalam ria


kita tertawa

sungguh membahagiakan

membenammu dalam pasir

masih dalam gelak 


kemudian perjalanan menelan waktu hidup-hidup

dan disapu hujan yang turun dengan lembut 

saat rembulan pun tak muncul menggantikan surya


selanjutnya kita tiba 

selanjutnya aku tiba

kepalaku pun kuletakkan di bahumu

karna ini bukanlah sekadar sandaran

melainkan tempat bertambat


malam berlalu begitu nyenyak

begitu tentram

begitu indah