10/17/2018

bagaimana cara karma bekerja?

seorang tetanggaku tiap kali melihatku berkata, "hai bocah kecil".
sudah bocah, kecil pula. aku mungkin terlalu bodoh baginya.

aku tidak tahu apakah aku tengah menanti karmaku atau telah melaluinya.
aku dulu tersakiti.
menggila, tidak ada yang mengertiku
meski aku telah sebutkan detil apa yang kumau hingga aku berbusa.
tetap tidak ada yang mengerti.
aku tidak ingin berada di zona peperangan ini.
setidaknya berikan saja aku rompi hitam yang dapat melindungiku itu.
hingga akhirnya sia-sia saja.
sia-sia aku meminta, karena aku telah menjadi mayat hidup.

mungkin aku terlalu banyak berangan-angan.
benar kata tetanggaku itu, aku hanyalah seorang bocah.
bocah yang akhirnya berusaha menjalani kehidupan kecilnya dengan keadaan yang ada,
yang tidak sesuai dengan keinginannya.
yang menyakitinya.

bocah ini terbiasa bernafas dengan pilu,
dengan pedang yang menghunus tepat di jantungnya.
aku masih hidup, tenang saja.
sisi tajam pedang ini telah mengerti ritme detak jantungku.
jadi takkan ada luka bertambah.

hingga akhirnya telah tiba waktunya
siapa-siapa saja yang perlu berada di zona peperangan.
aku telah menjadi mayat hidup, tentu aku tidak akan takut terhunus ataupun tercambuk lagi.
tentu sudah waktunya aku menghunus dan mencambuk
supaya aku tidak menjadi mayat yang benar-benar mati.

tapi tidak demikian, ujarnya.
ujar mereka yang aku hunus
dan aku cambuk.

tidak seharusnya aku melakukannya.

mereka merundung.
mereka mengutukku!!!

kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku terhunus!!
kau akan rasakan bagaimana tersiksanya aku tercambuk!!
KAU AKAN MERASAKANNYA!!!!


teriak mereka.
mereka, yang memiliki sidik jari yang sama dengan yang ada pada pedang di jantungku
memarku


sekarang pertanyaanku,
bagaimana cara karma bekerja?

apakah aku mendahului karmaku?
apakah aku telah membalaskan karmaku?
apakah aku tengah menanti karmaku?


No comments:

Post a Comment